Teknik Budidaya Jamur Tiram Putih

Teknik Budidaya Jamur Tiram Putih | Jamur Tiram adalah sejenis jamur yang biasa dikonsumsi manusia, rasanya enak, dan bergizi tinggi. Jenis jamur tiram yang banyak dibudidayakan antara lain : jamur tiram putih ( Shimezi white ), Varietas plorida, jamur tiram abu-abu (Shimezi grey) dan jamur tiram merah (shakura) variets flabellatus.

Budi daya jamur tiram dapat dilakukan pada media buatan yang memiliki kandungan hara menyerupai kayu yang sudah lapuk.

Pada prinsipnya budi daya jamur tiram adalah agar jamur tiram dapat tumbuh dengan baik, untuk itu diperlukan adaptasi substrat dan tempat tumbuh sesuai dengan habitat tumbuhnya di alam. Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan jamur adalah media tumbuh dan faktor lingkungan.

a. Kondisi Lingkungan
• Yang termasuk faktor lingkungan yaitu suhu, cahaya, kelembaban dan sirkulasi udara. Suhu pertumbuhan jamur tiram disaat incubasi berkisar 22-28 C, kelembaban 60-80%, dan suhu pada saat pembentukan tubuh buah 16-22 C. Pengaturan suhu dan kelembaban tersebut di dalam ruangan dapat dilakukan sengan penyemprotan air bersih.

• Pengaturan suhu lingkungan sangat berpengaruh pada pertumbuhan tubuh buah. Apabila suhu terlalu tinggi, dan kelembaban terlalu rendah menyebakan primordial (bakal jamur) akan kering dan mati.

• Faktor cahaya dan sirkulasi udara harus cukup, intensitas cahaya yang diperlukan pada saat pertumbuhan sekitar 10% .

b. Persiapan Sarana Produksi
• Bangunan ruangan berukuran 8 m x 12 m yang menampung 10.000 log, Untuk pengukusan dilakukan di ruang terbuka atau dapur.

• Peralatan  yang dibutuhkan : cangkul, sekop, botol, atau kayu, alat pensteril seperti drum / langseng, kompor minyak tanah, kompor mawar, dan lampu spirtus untuk inokulasi.

c. Bahan
• Bahan Baku : Serbuk gergaji (90 %) yang tidak mengandung getah, bersih dari bahan bakar minyak.

• Bahan Tambahan :
- Dedak / bekatul sebagai sumber karbohidrat, karbon dan nitrogen.
- Kapur sebagai sumber kalsium dan pengatur PH. Kapur yang digunakan CaCO3 ( kapur pertanian).
- GIPS (CaSO4) sebagai sumber kalsium dan memperkokoh media.
- Kantong plastic yang kuat, tahan panas (20 cm x 35 cm, 17 cm x 35 cm, 14 x 25 cm dengan ketebalan 0,3 mm – 0,7 mm).

d. Pembuatan bibit
Pembuatan kultur murni, terdiri dari 3 (tiga) tahapan yaitu :
1. Pembuatan media : Media yang digunakan adalah agar kentang, dekstrok atau patatoe dextrose agar (PDA)
- Bahan yang dibutuhkan : Kentang 100 gram, dekstrok 100 gram, agar tepung 4 gram, aquadest 50 ml, kapur tohor dan Asam Cuka.
- Alat yang digunakan : Kompor, panic, blender, kain saring, gelas, tabung reaksi

Cara Pembuatan :
• Kentang dikupas, kemudian dicuci lalu diiris tipis setebal 1 cm
• Rebus dengan aquadest sampai lunak ( 10 menit ).
• Rebusan kentang diblender lalu disaring
• Ambil filtrat 200 ml, tambahkan gula putih, dan agar , masak sampai larut
• Uji PH : 6,8 – 7 ( atur PH dengan menambahkan cuka )
• Masukan pada Tabung reaksi 10 ml
• Tutup dengan kapas dan kertas ferkamen.
• Sterilisasi pada suhuu 120 derajat Celcius, tekanan 1 Atm selama 10 – 15 menit
• Simpan dalam posisi miring sampai beku.

2. Pemilihan Induk Tanaman.
Ciri jamur untuk bibit adalah berukuran besar, buah penuh, tebal dan batang bulat kokoh, tidak terserang hama penyakit, tidak mengalami kelainan fisik.

3. Inokulasi
• Sistim kultur jaringan jamur, dengan mengambil spora, lamella jamur
• Alat : Enkas, lampu spirtus / lilin, korek api, pisau tajam / silet / kater, pinset.
• Bahan : induk tanaman.

e. Pembuatan bibit Induk ( F- 1 )
Pembuatan Media Tanam (Bibit Botol).
Bahan : Biji-bijian 60 % ( ketan hitam / biji jagung / gandum / sorghum dll ), kapur 0,5 %, serbuk kayu / serbuk gergaji 39 %, gips 0,1 – 1 %, air.

Cara Pembuatan :
• Cuci biji-bijian rebus sampai lunak
• Campurkan bahan-bahan lain
• Ukur PH 6,8 – 7
• Masukan dalam botol transparal steril atau plastic
• Tutup dengan kapas serta kertas
• Sterilisasi dengan autoclap pada suhu 120 derajat celcius, tekanan 1 Atm selama 30 menit – 60 menit.

f. Inokulasi.
Cara :
• Sterilisasi alat dan bahan dengan alcohol 70 % atau formalin 2 %.
• Nyalakan lampu spirtus ( lilin )
• Campurkan serbuk gergaji, kapur, gips dan biji-bijian sampai merata
• Tambahkan air dengan kadar 45 – 60 % (dengan mengepalkan media sampai tidak lepas).
• Ukur PH 6,8 – 7,0
• Masukan pada botol – botol transparan atau plastic
• Tutup dengan kapas kertas serta kertas perkmen
• Sterilisasi dengan outoklap pada suhu 120 derajat celcius, tekanan 1 Atm, selama 30 – 60 menit.
• Simpan / dinginkan selama 24 jam ( semalam )
• Inokulasi bibit Induk F – 1 sterilisasi alat dan bahan dengan alkohol 70 % atau formalin 2 %
• Ambil F – 0 dengan jarum ose diatas lampu spirtus / lilin masukan kedalam media botol
• Inkubasi F – 1 pada suhu 26 – 28 derajat celcius sampai 2 – 4 minggu.

g. Pembuatan Bibit Semai :
Pembuatan bibit semai, sama dengan bibit Induk ( F – 1 ), perbedaannya hanya pada media dan bibit induk. Bahan media bibit induk menggunakan serbuk kayu halus 90 – 93 %, bakatul 6 – 9 %, kapur 1 – 1, 5 % dan air sampai kadar 45 %.

h. Persiapan bahan Pembuatan Log
• Perendaman serbuk gergaji agar bersih dan lunak selama 6 – 12 jam, kemudian tiriskan.
• Campur bahan hingga homogin sesuai komposisi bahan, tambah air hingga kadar 45 %.
• Pengomposan : Masukan dalam karung hingga 1 – 2 hari sampai suhu mencapai 50 derajat celcius.
• Pembungkusan : Masukan adonan pada plastic ukuran 20 cm x 35 Cm sampai ¾ bagian (berat Media 800 – 900 gram). Tutup dengan karet atau ring paralon atau ring bambu dan kapas.
• Sterilisasi pada suhu 80 – 90 derajat celcius selama 6 – 8 jam, gunakan alat kukus
• Pendinginan : Dinginkan selama 8 – 12 jam ( sampai suhu 40 derajat celcius ( hangat).

i. Inokulasi
Semaikan bibit F – 1 pada media.
• Ciri bibit : Varietas unggul, umur 45 – 60 hari, warna miselia merata, tidak terkontaminasi dan belum tumbuh jamur.
Teknik inokulasi : Tusukan batang kayu 1 cm, tusukan pada media, masukan bibit atau dengan cara ditabur pada media semai

j. Inkubasi
Simpan pada suhu 22 – 28 derajat celcius sampai tumbuh miselia berwarna putih secara merata selama 40 hari – 60 hari.

k. Penumbuhan media
Buka log jamur, simpan di ruang produksi siram pagi dan sore hingga kelembaban 65 % dan suhu 18 – 22 %. umur 1-7 hari tumbuh tubuh buah.

l. Pemanenan:
Pemanenan 1 – 2 minggu dari pembukaan log.
• Ciri jamur siap panen : Tubuh buah optimal, 5 hari setelah tumbuh tubuh buah. Waktu panen sebaiknya pada pagi hari dengan cara mencabut seluruh rumpun jamur, kemudian dibersihkan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>